Selasa, 21 Februari 2012

Pemetaan Kondisi Sekolah


PEMETAAN KONDISI SEKOLAH :
1.      SEKOLAH (SARANA PRASARANA)
·         LOKASI
·         FASILITAS SEKOLAH
-  DAYA TAMPUNG
-  KEADAAN
-  JUMLAH
·         MEDIA PEMBELAJARAN
2.      PERSONIL :.KEPALA SEKOLAH, GURU, STAF TU
·         JUMLAH
·         TINGKAT PENDIDIKAN
·         MASA KERJA
·         KINERJA
3.      SISWA
·      INPUT
-  KOGNITIF, PSIKOMOTORIK DAN AFEKTIF
-  KONDISI LINGKUNGAN ASAL
-  KONDISI ORANGTUA
·      OUTPUT (HASIL LULUSAN)
     -  KOGNITIF, PSIKOMOTORIK DAN AFEKTIF
4.      PROSES PENDIDIKAN
·      PROSES PEMBELAJARAN
·      PROSES BIMBINGAN
·      PROSES EVALUASI
5.      DANA
-  ASAL DANA
-  PENGELOLAAN DANA
6.      KURIKULUM
·         PROGRAM STANDAR
·         PROGRAM EKSTRA KURIKULER
·         PROGRAM UNGGULAN.

Analisis Sekolah


Analis peta kondisi sekolah berdasarkan:
1.      Market and Product
2.      Profitability and Productivity
3.      Customer Satisfaction
4.      Management Improvement
5.      Financial Resources
6.      Human Resources Development
7.      Social Responsibilty

A.  Analisis Peluang dan Tantangan
1.    Market and Product
Strength
·      Produk pendidikan yang ditawarkan didesain dalam sistem pendidikan terpadu yang diupayakan memenuhi kebutuhan dan perkembangan zaman
·      Dengan system pendidikan yang diterapkan memungkinkan untuk memberikan pendidikan yang lebih intensif
·      Pembekalan pendidikan yang mengacu kepada pengembangan potensi fundamental siswa
·      Harga produk yang terjangkau jika dibandingkan dengan sekolah sejenis yang lain
·      Sekolah telah berdiri cukup lama sehingga memiliki pengalaman yang lebih luas
Weakness
·      Pra sarana yang tidak disetting untuk bangunan sekolah usia
Opportunity
·      Semakin tinggi kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak pra sekolah
·      Semakin diminati sistem pendidikan intensif bagi anak-anak usia dini

Threat
·      Banyak pendidikan sejenis dengan menawarkan fasilitas yang berimbang/lebih banyak
2.    Profitability and Productivity
Strength
·      Pelaksanaan kegiatan operasional dan pengelolaan dana secara optimal
·      Produktivitas pegawai yang dapat terpantau melalui “Activity Plan” maupun “Schedule” lainnya
Weakness
·      Ketersediaan dana masih mengandalkan dari luar
Opportunity
·      Masih terbukanya kesempatan untuk menghasilkan tambahan profit melalui sumbangan baik dari orang tua ataupun instansi terkait
Threat
·      Pengelolaan profit yang tidak tepat akan menimbulkan kerugian/defisit ataupun “high cost” yang berlebihan
3.    Customer Satisfaction
strength
·      Pemberian pelayanan yang baik bagi siswa beserta orang tua/wali, baik oleh staf pengajar maupun non pengajar
·      Pemantauan terhadap kepuasan siswa beserta orang tua/wali selalu terkontrol melalui kegiatan evaluasi yang bersifat rutin
·      Terciptanya situasi yang kondusif antara siswa beserta orang tua/wali dengan staf pengajar maupun non pengajar
Weakness
·      Penurunan kualitas pelayanan yang memungkinkan menimbulkan ketidak puasan konsumen
·      Terbatasnya fasilitas yang ada sehingga mempengaruhi terhadap tingkat kepuasan konsumen
Opportunity
·      Disediakannya fasilitas “Student Service” yang berfungsi untuk menampung dan memberikan solusi terhadap keluhan siswa maupun orang tua/wali sehingga upaya untuk memuaskan konsumen secara maksimal dapat tercapai
Threat
·      Adanya sekolah sejenis yang memiliki kelebihan dari segi sarana dan pra sarana

4.    Management Improvement
Strength
·      “Job descriptions” (pembagian tugas) yang jelas untuk setiap pegawai sehingga pelaksanaan kegiatan mudah dan terkontrol
·      Adanya perencanaan kegiatan yang terjadwal untuk saat ini maupun masa datang
·      Adanya koordinasi yang bersifat rutin (kontinyu) antar pegawai sehingga memperlancar pelaksanaan tugas
Weakness
·      Ada beberapa staff yang belum siap dengan perubahan di bidang pendidikan.
Opportunity
·      Diberikan kesempatan untuk pengembangan manajemen baik yang diselenggarakan pihak internal maupun eksternal
Threath
·      pola pikir staff yang tidak mau atau tidak siap dengan perkembangan zaman di bidang pendidikan
5.    Financial Resources
Strength
·      Kemampuan penghematan dalam bidang operasional baik terhadap penggunaan sarana dan prasarana maupun pendanaan lainnya
·      Sistem angsuran pembayaran uang pendidikan sekolah yang diwajibkan lunas sebelum masuk sekolah membantu kestabilan program sekolah
Weakness
·      Sumber dana pasti yang hanya diperoleh dari satu sumber saja (uang masuk sekolah) dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas program sekolah
Opportunity
·      Masih terbukanya peluang untuk menggali sumber dana dari sumber lain (sumbangan yang tidak mengikat: orang tua, instansi terkait, Bank tempat tabungan anak disimpan)
Threat
·      Adanya beberapa sekolah yang mampu memberikan system pembayaran yang “berkesan” murah sehingga menjadi daya tarik pasar tersendiri.
6.    Human Resources Development
Strength
·      Adanya sarana untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan: studi banding, seminar, pelatihan guru dan lain-lain
·      Diberikan kebebasan waktu bagi pegawai untuk mengembangkan diri dalam hal studi lanjut
Weakness
·      Keterbatasan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia baik dari staf pengajar maupun non pengajar
Opportunity
·      Adanya peluang untuk mengembangkan diri melalui kegiatan-kegiatan lain yang diselenggarakan baik oleh internal maupun eksternal, misalnya: DEPAG, IGRA dan lembaga-lembaga pengembangan lain
Threat
·      Perpindahan tugas mengajar bagi pengajar/staf yang memiliki kualitas

7.    Social Responsibilty
Strength
·      Pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi
·      Pemberian penghargaan bagi guru berprestasi
·      Pemberian pelatihan yang bersifat sosial kepada guru di lembaga lain
·      Pemberian bantuan kepada lembaga-lembaga sosial yang membutuhkan
Weakness
·      Belum meratanya kesadaran yang maksimal untuk menjalankan kegiatan yang bersifat sosial
Opportunity
·      Masih dibutuhkannya kegiatan yang bersifat sosial bagi masyarakat luas terutama pihak-pihak yang kurang mampu
·      Jalinan kerjasama yang telah dibina melalui kegiatan-kegiatan sosial ini akan mampu mendatangkan peluang tersendiri bagi pihak sekolah
·      Terciptanya kesan/image sekolah yang baik di masyarakat mengenai sekolah melalui pelaksanaan kegiatan sosial tersebut
Threat
·      Menurunnya kesadaran moral, perhatian dan tanggung jawab terhadap sesame akan menurunkan pelaksanaan kegiatan yang bersifat sosial.

Rabu, 01 Februari 2012

Mie Dadang

Bagi yang lagi melewati malam di Garut dengan suntuk and laperrr...coba aja jalan-jalan ke Jl. A. Yani no 137 dekat gang mesjid Al Hadi.  Di sana kita bisa nyobain mie rebus ala mang Dadang. Cobain deh...muantapp.
Yang datang ke sana mulai dari yang jalan kaki, yang naik beca plus tukang becanya, yang naik motor sampe yang bermobil. Bahkan ada yang sampe bela-belain bungkus bawa ke rumah (gak kebayang dweh segimana mekarnya mie sampe di rumah...he..he...masalahnya ga doyan mie mekar)
Sebenarnya merek mienya sama seperti di pedagang mie rebus-mie rebus lainnya...yang membedakannya di sambelnya, sekali lagi.. sambelnya!!(he..he..lebay) dan mungkin plus memasaknya yang sepenuh hati..daan tentu saja suasana malam di Garut. Apalagi kalo disuguhi air tehnya...hmm haruuum dengan panas yang pas dengan angin dingin udara Garut..Andai ga ada pelanggan lain yang nungguin n ga takut kemalaman, betah deh lama-lama di sana. 

Minggu, 03 Oktober 2010

Shalat lima waktu

Bunda..tolong bangunkan kakang ya, kakang ingin sholat shubuh. Aku kaget sekaligus bahagia mendengar anakku berkata seperti itu.
Waktu itu anakku baru masuk kelas dua SD di usianya yang baru menginjak tujuh tahun . Alhamdulillah..aku sangat beruntung karena anakku dapat sekolah di sekolah plus yang pelajaran agamanya sama banyak dengan pelajaran umum dan mengharuskan siswanya untuk sholat berjamaah dhuhur sebelum pulang..aku pikir lingkungan dan motivasi dari guru-guru di sekolahnya membentuk kesiapan anakku untuk selalu melaksanakan sholat sekaligus InsyaAllah ajakan dan contoh dari kami orang tuanya.
Sebelum anakku meminta dibangunkan untuk sholat shubuh...Alhamdulillah anakku mau melakukan sholat kecuali shubuh yang hanya kadang-kadang. Permintaan itu memberanikan aku untuk menyimpulkan bahwa anakku telah siap untuk sholat secara penuh lima waktu.
Hari-hari berikutnya adalah perjuangan bersama aku, suami dan anakku agar ia mau konsisten sholat lima waktu..butuh kesabaran ekstra, banyak pujian, pelukan, ciuman dan belaian sayang untuk memotivasinya. Pun ketika anakku terbaring sakit dan tak bisa bangun, aku tetap berusaha konsisten agar anakku tetap mau sholat. Justru di saat seperti itulah aku bisa mengajarkan anakku untuk bersabar, mengajar untuk mengganti wudlu dengan tayamum dan mengajarkan bagaimana sholat sambil duduk atau tidur.
Ada saat-saat tertentu anakku lalai juga, dia asyik main sementara Ibu dan Bapaknya sedang tidak ada sehingga tidak ada yang mengingatkan. Kalau peristiwa itu terjadi Kami orang tuanya sepakat tidak ada toleransi untuk meninggalkan sholat. Teguran keras dan wajah jutek pasti anakku terima. Kami berharap anakku memahami bahwa sholat lima waktu tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun.
Alhamdulillah hingga saat ini anakku konsisten, plus pada waktu tertentu terutama sebelum sholat shubuh hatinya mulai tergerak untuk sholat sunat.
Aku dan Bapaknya tidak tahu cara kami mendidik anak kami baik atau buruk. tapi kami sangat berharap Allah SWT membimbing kami agar dapat mendidik anak kami dengan pendidikan terbaik. Amiin

Kamis, 20 Mei 2010

MENTARIKU<span class=
Tak terasa mentari smart and fun courses telah menginjak usia ke tiga.
Aku ingat alasan pertama yang mendasariku membuka kursus adalah anakku. Aku sangat ingin anakku memiliki kemampuan bahasa Inggris dan bisa menguasai sempoa. Sebagai ibu yang egois aku putuskan untuk mengajarinya sendiri dan Alhamdulillah kebetulan aku memiliki sedikit kemampuan untuk itu. Tapi hmm…ternyata kakang anakku tersayang bila belajar berdua dengan bundanya paling hanya kuat 15 menit, selebihnya keluarlah keluhan-keluhan darinya, “aduuh mataku sakit”, “aduuh kakiku pegel”, dan aduh-aduh lainnya. Aku berpikir mungkin karena tidak ada temen dan kurang tantangan karena salah satu watak yang dimiliki kakangku tersayang adalah dia sangat suka berkompetisi. Akhirnya kuputuskan untuk mengundang saudara sebayanya dan “cling” pikiran itu datang dengan sendirinya, hmm…kenapa tidak buka kursus aja sekalian. Akhirnya kuputuskan untuk membuka kursus sempoa, bahasa Inggris dan calistung. Hmm…peminatnya lumayan juga.
Alhamdulillah, benar perkiraanku sejak ada teman kursus anakku semangat sekali belajar. Waktu kursus yang satu jam setengah tidak membuatnya mengeluh, malahan bila kebetulan libur dia malah menagih “Bunda kapan dong kursusnya?”
Seiring dengan waktu, jumlah murid-muridku lumayan juga dan karena tidak tertangani aku hanya memegang kursus sempoa saja dan mengajar anakku, sedangkan untuk kelas-kelas yang lain ditangani oleh guru yang lain. Aku bangga sekali ketika di tahun pertama, sempoa bisa meraih juara nasional kategori basic yang waktu itu diselenggarakan di Bandung. Subhanallah…tak menyangka juga. Tapi yang paling membahagiakanku dan membuatku sangat berarti adalah dengan kursus ini bisa memberdayakan saudara-saudara dan sebagian teman-temanku sebanyak tujuh orang. Gajinya menurutku lumayan lho..
Ditahun ke dua mentari, Alhamdulillah aku mendapatkan beasiswa untuk meneruskan studi S2. Aku sangat mensyukurinya, namun ternyata kuliah dan mengurus kursus kurang bisa sejalan, tugas-tugas kuliah, kesibukanku bekerja di TK, mengajar dan mengelola kursus membuatku keteteran. Aku mencoba mendelegasikan beberapa tugas ke orang yang aku percayai tapi ternyata untuk meng”klik”kan keinginanku membutuhkan perjuangan. Aku putuskan untuk tidak menyerah tapi ternyata itu mengorbankan hal yang paling utama yaitu keluargaku.
Masalah-masalah yang aku hadapi membuatku mensetting ulang tujuan hidupku. Apa sebenarnya keinginanku, apa sebenarnya tujuan hidupku, apa yang sebenarnya Allah SWT inginkan dariku.
Satu kesadaran menohok ulu hatiku, “aku perempuan” ya “aku perempuan”.
Dulu aku marah bila sesuatu dihubungkan dengan “keperempuanku”. Bukankah di lingkungan kita sering kita dengar “kamu jangan begini, kamu kan perempuan”, kamu jangan begitu, kamu kan perempuan” . suebbell kuadrat mendengarnya.
Kesadaran akan keperempuanku saat ini tak membuatku gundah, rasa sayangku pada kakang tersayang membuat egoku terselubung rasa kasih sayang dan mulai saat itu kuputuskan dan kutekadkan aku hanya ingin jadi istri, ibu dan anak yang baik, itu prioritas utamaku.
Keputusan yang aku ambil berimbas pada kursusku. Aku putuskan untuk mundur dan fokus pada prioritas utamaku.
Aku mencoba untuk menyerahkan pengelolaannya pada saudaraku tapi ternyata dia sibuk dengan keluarganya dan sekarang mentari kursus benar-benar vakum. Aku sungguh minta maaf pada murid-murid terakhirku dan orang tuanya karena aku merasa tidak bisa memberikan yang terbaik.
Sebenarnya masih ada kepercayaan dari beberapa orang tua yang ingin mendaftar, dan itu kadang menggodaku untuk meneruskan kursusku. Tapi aku mencoba untuk konsekuen dengan tujuanku saat ini.
Satu cita-citaku saat ini, aku ingin sukses bersama, bukan hanya sukses dan merasa puas sendiri. Aku sudah merencanakan apa yang akan aku lakukan bersama kakangku tersayang, meski metode dan strateginya masih dipikirkan.
Sebenarnya sedih juga harus meninggalkan sesuatu yang kurintis dan yang sebenarnya kucita-citakan. Namun kuputuskan itu semua kutinggalkan dengan kepala tegak dan kuucapkan kata “Bismillahirrahmaanirrahiim”.

Senin, 12 April 2010

Hmmmm.....

Mentari bilang
sendiri itu lebih asyik
bisa memandang dunia lebih luas
bebas berekspresi menanggapi hiruk pikuknya dunia

Aneh..!!!
kata orang siih..
Kuper..!!!
naah.. kalo yang itu, kata sosialita mania

A sosial..!!!
ih..kata siapee..
orang-orang bilang.. senyumku manieez
senang sendiri
bukan berarti gak gaul laah..
AKU BISA

Dunia rasanya indah banget
aku ingin menjelajahi
menikmati semua
yang aku ingin

Dunia begitu berwarna
sangat berwarna..meski
tak selalu ceria seperti pelangi
seringkali mendung dan berkabut

Dunia penuh tantangan
Aku takut
Aku gentar
Aku gemetar
Aku mau muntah
tapi aku ingin

Aku peluk takutku
Aku dekap gentarku
Aku coba semua yang jadi inginku
dan aku benar-benar gemetar
sungguh ...aku muntah

Aku bahagia
tuk buktikan pada diriku
AKU BISA

Minggu, 21 Maret 2010

INFO BEASISWA

KEMENTERIAN AGAMA RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta
Telp. (021) 3811654,3811642 Fax. (021) 3811772
Nomor : Jakarta,
Sifat : Penting
Lamp. : -
Perihal : Bantuan beasiswa kualifikasi S1 GPAI.

Kepada Yth.
Kepala Bidang Mapenda/TOS pada Kanwil Kementerian Agama; Seluruh Indonesia

Assalamualai’kum, wr.wb.
Dengan hormat kami sampaikan bahwa dalam rangka peningkatan kualifikasi S1 GPAI pada
sekolah maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktur Pendidikan Agama Islam pada Sekolah akan memberikan bantuan beasiswa kepada Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah yang belum sarjana untuk mengikuti program kualifikasi S1 dengan perkuliahan reguler pada Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri maupun Suasta pada Tahun Anggaran 2010.
Untuk itu kami mengharapkan bantuan Saudara untuk mengiformasikan kepada para Guru PAI pada sekolah yang belum sarjana (S1) pendidikan untuk mengusulkan mengikuti program tersebut dengan persyaratan sebagai berikut :
1. Guru Pendidikan Agama Islam pada TK, SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB dan SMK
2. Melampirkan fotocopy SK. Pengangkatan sebagai guru Agama dan SK terakhir;
3. Tidak sedang mendapatkan beasiswa, dibuktikan dengan surat pernyataan.
4. Tidak sedang kuliah mandiri, dibuktikan dengan surat pernyataan.
5. Usia maksimal 48 tahun;
6. Belum menyandang gelar sarjana (S1);
7. Mendapat rekomendasi /izin dari Kepala Sekolah, diketahui oleh Kepala Kandepag atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
8. Peminat akan diseleksi.
9. Peminat mendaftar/mengirimkan berkas usulan langsung ke Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama paling lambat tanggal 31 Maret 2010.
10. Kuota setiap propinsi akan ditentukan secara proporsional.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.
Wassalam,
A.n. Direktur Jenderal
Direktur Pendidikan Agama Islam
pada Sekolah
DR. H. Imam Tholkhah, MA.
NIP. 195209151981031001
Tembusan Yth :
1. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Jakarta;
2. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab./Kota Seluruh Indonesia

_____________________________________________________________________________________


KEMENTERIAN AGAMA RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta
Telp. (021) 3811654,3811642 Fax. (021) 3811772
Nomor : Jakarta,
Sifat : Penting
Lamp. : -
Perihal : Bantuan beasiswa program S1 dan S2 GPAI

Kepada Yth.
Kepala Bidang Mapenda/TOS pada Kanwil Kementerian Agama; Seluruh Indonesia.

Assalamualai’kum, wr.wb.
Dengan hormat kami sampaikan bahwa dalam rangka peningkatan kualifikasi S1 GPAI pada
sekolah maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktur Pendidikan Agama Islam pada Sekolah akan memberikan bantuan beasiswa kepada Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah yang sedang mengikuti program S1 dan S2 program studi Pendidikan Agama Islam.
Untuk itu kami mengharapkan bantuan Saudara untuk mengiformasikan kepada para Guru PAI pada sekolah yang tengah mengikuti pendidikan sarjana (S1 dan S2) untuk bisa mendapatkan beasiswa dengan mengajukan permohonan kepada Ditjen Pendidikan Islam melalui Direktur Pendidikan Agama Islam pada Sekolah dengan persyaratan sebagai berikut :
1. Guru Pendidikan Agama Islam pada TK, SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB dan SMK
2. Belum pernah mendapat beasiswa dari Kementerian Agama atau instansi manapun.
3. Melampirkan fotocopy SK. Pengangkatan sebagai Guru Pendidikan Agama Islam dan SK pangkat terakhir;
4. Surat Keterangan dari Perguruan Tinggi Agama Islam bahwa yang bersangkutan masih aktif kuliah,
5. Melampirkan bukti registrasi dan IPK dari Perguruan Tinggi yang bersangkutan.
6. Mendapat rekomendasi /izin dari Kepala Sekolah, diketahui oleh Kepala Kandepag atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
7. Peminat mendaftar/mengirimkan berkas langsung ke Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama paling lambat tanggal 31 Maret 2010.
8. Kuota setiap propinsi akan ditentukan secara proporsional.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.
Wassalam,
A.n. Direktur Jenderal
Direktur Pendidikan Agama Islam
pada Sekolah
DR. H. Imam Tholkhah, MA.
NIP. 195209151981031001
Tembusan Yth :
1. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Jakarta;
2. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab./Kota Seluruh Indonesia.

-------------------------------------------------------------------------------------
KEMENTERIAN AGAMA RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta
Telp. (021) 3811654,3811642 Fax. (021) 3811772
Nomor : Jakarta,
Sifat : Penting
Lamp. : -
Perihal : Bantuan beasiswa pendidikan profesi guru

Kepada Yth.
Kepala Bidang Mapenda/TOS pada Kanwil Kementerian Agama; Seluruh Indonesia

Assalamualai’kum, wr.wb.
Dengan hormat kami sampaikan bahwa dalam rangka peningkatan profesi GPAI pada sekolah maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktur Pendidikan Agama Islam pada Sekolah pada Tahun 2010 akan menyelenggarakan pendidikan profesi guru.
Untuk itu kami mengharapkan bantuan Saudara untuk mendata dan mendaftarkan kepada kami CPNS/Guru PAI di lingkungan unit kerja Saudara untuk diikutsertakan dalam program pendidikan profesi guru selama 1 tahun (2 semester) dengan persyaratan sebagai berikut :
1 Telah diangkat menjadi CPNS/Guru Pendidikan Agama Islam pada sekolah (TK, SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB dan SMK) baik oleh Kementerian Agama maupun oleh PEMDA.
2 Belum diangkat menjadi tenaga fungsional guru.
3. Melampirkan fotocopy SK. pengangkatan sebagai CPNS.
4. Melampirkan surat tugas dari Kepala Kandepag atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
5. Pendaftaran/berkas dikirim langsung ke Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama paling lambat tanggal 31 Maret 2010.
6. Kuota setiap propinsi akan ditentukan secara proporsional.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.
Wassalam,
A.n. Direktur Jenderal
Direktur Pendidikan Agama Islam
pada Sekolah
DR. H. Imam Tholkhah, MA.
NIP. 195209151981031001
Tembusan Yth :
1. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Jakarta;
2. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab./Kota Seluruh Indonesia.
3. Kepala Dinas Pendidikan Pemda Kab/Kota Seluruh Indonesia.

-------------------------------------------------------------------------------------
KEMENTERIAN AGAMA RI
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta
Telp. (021) 3811654,3811642 Fax. (021) 3811772
Nomor : Jakarta, Maret 2010
Sifat : Penting
Lamp. : 2 lembar
Perihal : Pemberian beasiswa S2 untuk GPAI dan Pengawas PAI

Kepada Yth.
Kepala Bidang Mapenda/TOS pada Kanwil Kementerian Agama; Seluruh Indonesia

Assalamualai’kum, wr.wb.
Dengan hormat kami sampaikan bahwa dalam rangka pembentukan sekolah unggulan/model PAI pada jenjang SD dan SMP maka Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam pada Sekolah pada Tahun anggaran 2010 akan
memberikan beasiswa program S2 kepada GPAI SD, SMP dan Pengawas PAI Untuk itu kami mengharapkan bantuan Saudara untuk menginformasikan kepada Guru PAI dan Pengawas PAI di lingkungan unit kerja Saudara untuk diikut sertakan dalam program beasiswa S2 selama 2 tahun (4 semester) dengan persyaratan sebagai berikut :
A. Untuk GPAI :
1 Lembaga/sekolah
a. Memiliki potensi pengembangan PAI unggulan/model pada sekolah yang bersangkutan
b. Jumlah GPAI minimal 2 ( dua ) orang
c. Memiliki sarana/prasarana ibadah yang memadahi
d. Mempunyai pustaka PAI atau Laboratorium PAI
e. Memiliki program Ekstra Kurikuler PAI
2 Guru PAI :
a. Bertugas sebagai Guru Pendidikan Agama Islam pada jenjang SD / SMP
b. Mendapat izin dari pimpinan/atasan langsung
c. Mendapat rekomendasi dari Kandepag/Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
d. Berusia maksimal 48 tahun
e. Siap mengikuti program S2 secara penuh
f. Mengisi form aplikasi
g. Bersedia dibebas tugaskan sementara sesuai dengan ketentuan kepegawaian yang berlaku
h. Lulus test rekrutmen penerimaan beasiswa S2 GPAI
i. Melampirkan bukti-bukti dokumen pendukung fortofolio seperti daftar riwayat
hidup,SK pengangkatan Sebagai GPAI, Karya tulis ilmiyah tentang pendidikan
dan perestasi lainya.
j. Melampirkan proposal penelitian tentang pengembangan PAI di sekolah
k. Pendaftaran/berkas dikirim langsung ke Direktorat Pendidikan Agama Islam pada
Sekolah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama paling lambat tanggal 31 Maret 2010
l. Kuota setiap propinsi akan ditentukan secara proporsional.
B. Untuk Pengawas PAI :
1. Memiliki SK sebagai pengawas PAI di sekolah jenjang SD / SMP
2. Berusia maksimal 48 tahun
3. Siap mengikuti program S2 secara penuh
4. Mengisi form aplikasi
5. Bersedia dibebas tugaskan sementara sesuai dengan ketentuan kepegawaian yang
berlaku
6. Lulus test rekrutmen penerimaan beasiswa S2 Pengawas PAI
7. Melampirkan bukti-bukti dokumen pendukung fortofolio seperti daftar riwayat hidup,
SK pengangkatan Sebagai Pengawas PAI, Karya tulis ilmiyah tentang pendidikan dan
prestasi lainya.
8. Melampirkan proposal penelitian tentang pengembangan PAI di sekolah
9. Pendaftaran/berkas dikirim langsung ke Direktorat Pendidikan Agama Islam pada
Sekolah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama paling lambat tanggal 31 Maret
2010.
10. Kuota setiap propinsi akan ditentukan secara proporsional.
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.
Wassalam,
A.n. Direktur Jenderal
Direktur Pendidikan Agama Islam
pada Sekolah
DR. H. Imam Tholkhah, MA.
NIP. 195209151981031001
Tembusan Yth :
4. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Jakarta;
5. Kepala Kantor Kementerian Agama Kab./Kota Seluruh Indonesia.
6. Kepala Dinas Pendidikan Pemda Kab/Kota Seluruh Indonesia.


INFO YANG SAMA BISA DILIHAT DI pendis.depag.go.id